Rabu, 06 Januari 2010

Syafiqi M. Zain: PERPUSTAKAAN, KUBURAN DAN GNI

Malam itu 10 November 2006, aku dan Kris bertemu dengan seseorang teman. Teman itu adalah anggota DPRD Kabupaten Gresik. Kebetulan dia menjabat sebagai ketua komisi C. Yaitu komisi yang mengurusi persoalan tata bangunan di kota Gresik. Dari pembicaraan yang ada, aku dan Kris mendapatkan beberapa persoalan yang cukup menarik untuk dipaparkan. Teman itu bernama Syafiqi M. Zain

Tanya (aku) : Selamat malam?
Jawab (Syafiqi M. Z.) : Malam.
Tanya : Pak apa ada rencana Gresik untuk membangun sebuah gedung yang bisa digunakan untuk berekspresi dan bertemu? Ya, semacam gedung kesenian begitulah?
Jawab : Rencana itu ada. Tapi, dalam pembangunan kan perlu dilihat skala prioritasnya? Misalnya, apa benar sih orang Gresik lebih perlu gedung seperti itu dibandingkan dengan penerangan, kenyamanan jalan atau rekreasi? Dan jika memang perlu, pasti kita bangun.
Tanya : Lalu, jika memang begitu, apa tidak perlu untuk direalisasikan?
Jawab : Ya, itu kembali lagi pada skala prioritas pembangunan itu. Lagian, jika saya pribadi, saya akan lebih suka membangun sebuah perpustakaan yang benar (empat tingkat). Yang ada di tengah kota
kota. Dan di dalam perpustakaan itu, ada juga sebuah aula yang dapat dijadikan sebagai tempat ajang pertemuan dan ekspresi.
T Tanya : Jika ada di tengah kota, lalu bagaimana dengan yang ada di kecamatan-kecamatan?
Jawab : Itu susahnya. Sebab, kadang-kadang masih banyak dari masyarakat kita, yang masih menganggap jika kebutuhan umum mereka hanya kebutuhan pada sekolahan, rumah sakit, rumah ibadah, jalan raya dan penerangan. Selain itu belum terpikir. Jadi, jika ada dua program membangun perpstakaan ataukah membangun sarana lainnya, mereka cenderung akan memilih sarana yang lainnya itu.
Tanya : Termasuk di perumahan-perumahan yang makin banyak di Gresik ini, ya Pak?
Jawab : Ha, ha, ha, ini yang lebih parah. Sebab, jangankan untuk membangun perpustakaan, para pengembang dari sekian perumahan yang ada, pun jarang yang berpikir tentang pentingnya lahan pekuburan. Padahal, kita tahu, setiap orang kan pasti mati. Tapi, lahan untuk itu, wah, hampir tak terpikirkan.
Tanya : Tapi sebagai anggota dewan kan bisa menghimbau?
Jawab : Pasti. Tapi, masak anggota dewan tidak tertib hukum. Kan harus tetap lewat hukum yang ada. Meski, itu untuk himbauan yang baik. Jadi, tidak srudak-sruduk.
Tanya : Dan jika memang perpustakaan itu jadi dibangun di tengah kota, kira-kira dimana?
Jawab : Saya cenderung memilih Gedung Nasional Indonesia di perempatan jalan Pahlawan Gresik.
(Akh, berbicara tentang Gedung Nasional Indonesia, atau GNI aku jadi teringat, jika dulu-dulu, di gedung itulah sering digelar pameran, teater, musik, diskusi, dll. Tapi, kini, cukup untuk resepsi perkawinan belaka. Padahal, ya, padahal, di Gresik sendiri sudah mendesak untuk dibangun sebuah gedung tempat bertemu dan berekspresi para seniman dan cerdik pandainya.)
 Syafiqi M. Zain, putra Madura alumnus Universitas Negeri Jember. Dosen STIT Raden Santri Gresik, pengurus PKB Gresik dan Ketua Komisi C DPRD Gresik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda Mencari Apa ?