Syukur Alhamdulillah dan terima kasih pada sahabat pengunjung blog Kris Adji AW Gallery dan Kampoeng Gallery yang berdasarkan PERINGKAT DAN DIREKTORI SITUS INDONESIA yang dirilis oleh www.indostat.com sampai dengan tanggal 16 Maret 2010, blog Kris Adji AW Gallery berada di peringkat 7 dan Kampoeng Gallery peringkat 14. Anda bisa melihat laporannya DI SINI ( http://www.indostats.com/peringkat/seni-dan-budaya )
Selasa, 16 Maret 2010
Sabtu, 27 Februari 2010
Pameran Lukisan dan Karikatur Gus Dur 2010
Gus Dur memegang koran dengan berita utama (headline) berjudul "Heboh Karikatur Nabi Muhammad". Dengan enteng Gus Gur berkata, "Lha daripada membuat karikatur seperti ini, mbuat karikaturku aja. Amaan." Sosok lain yang identik dengan pelukis menimpalinya, "Nggak dicekal, malah dapat hadiah ya Gus?"
Itulah gambar yang memenangi Lomba Karikatur tentang Gus Dur yang digelar pada 2009, sebelum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009. Gus Dur boleh berpulang, tetapi pemikirannya terus hidup dan memberi inspirasi kepada bangsa ini.
Itulah gambar yang memenangi Lomba Karikatur tentang Gus Dur yang digelar pada 2009, sebelum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009. Gus Dur boleh berpulang, tetapi pemikirannya terus hidup dan memberi inspirasi kepada bangsa ini.
Gus Mus, Sang Kiai Pembelajar
KH Achmad Mustofa Bisri, akrab dipanggil Gus Mus, ini mempunyai prinsip harus bisa mengukur diri. Setiap hendak memasuki lembaga apapun, ia selalu terlebih dahulu mengukur diri. Itulah yang dilakoninya ketika Gus Dur mencalonkannya dalam pemilihan Ketua Umum PB NahdlatulUlama pada Muktamar NU ke-31 itu.
Jumat, 26 Februari 2010
Melacak Hubungan Agama dan Kesenian
Oleh Aguk Irawan MN
Dalam konteks hubungan agama dan kesenian, kalangan pesantren selalu saja terbelah. Misalnya jika ada pameran lukisan, kelompok pertama dengan segera akan menyergap, tak ada gunanya, bahkan tindakan itu dianggap telah bersekutu dengan setan karena melanggar batas syar'i. Terkait jawaban ini, mereka biasanya lalu menyodorkan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, “Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya di hari Kiamat adalah perupa.” Karena perupa (pelukis, pemahat dan pematung) dianggap “menyaingi” Allah, dengan “menciptakan” makhluk.
Kamis, 14 Januari 2010
Seni Sebagai Duta untuk Melongok Ke Dalam Islam
oleh Alan Riding
08 September 2006
Cetak
Email
London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar.
Biar bagaimanapun, salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam, gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian.
08 September 2006
Cetak
London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar.
Biar bagaimanapun, salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam, gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian.
SENI ISLAM DI NEGERI KOMUNIS (CINA)
Oleh Mohammad Monib
KUNJUNGAN saya ke China, tepatnya di kota Guangzho. tahun lalu, masih menyisakan beberapa cerita yang belum seluruhnya tuntas penulis kisahkan. Salah satunya adalah eksisnya kaligrafi Islam yang cukup memperoleh perhatian masyarakat komunis China. Tentu penikmat dan kolektor utamanya adalah masyarakat muslim China. Bahkan, belakangan ini I masyarakat dan peminat seni Islam dunia berlomba-lomba mengoleksinya.
Adalah Noordeen (baca.Nurdin) atau lebih akrab disapa dengan sebutan Haji Noordeen ini terlahir dengan nama Mi Guang-jiang. Ia seorang tokoh seni kaligrafi Islam bergaya, kultur Tionghoa, la lahir 46 tahun silam di provinsi Shandong China. Noordeen telah mendedikasikan dirinya pada dunia seni Islam dan China. Dari jiwa seninya, lahir seni akulturasi seni dan out put-nya sangat memukau dunia kaligrafi internasional.
KUNJUNGAN saya ke China, tepatnya di kota Guangzho. tahun lalu, masih menyisakan beberapa cerita yang belum seluruhnya tuntas penulis kisahkan. Salah satunya adalah eksisnya kaligrafi Islam yang cukup memperoleh perhatian masyarakat komunis China. Tentu penikmat dan kolektor utamanya adalah masyarakat muslim China. Bahkan, belakangan ini I masyarakat dan peminat seni Islam dunia berlomba-lomba mengoleksinya.
Adalah Noordeen (baca.Nurdin) atau lebih akrab disapa dengan sebutan Haji Noordeen ini terlahir dengan nama Mi Guang-jiang. Ia seorang tokoh seni kaligrafi Islam bergaya, kultur Tionghoa, la lahir 46 tahun silam di provinsi Shandong China. Noordeen telah mendedikasikan dirinya pada dunia seni Islam dan China. Dari jiwa seninya, lahir seni akulturasi seni dan out put-nya sangat memukau dunia kaligrafi internasional.
PENDIDIKAN SENI (RUPA) VS PASAR
Hari-hari belakangan ini dunia pasar seni rupa (lukis) sibuk membincangkan seni rupa (lukis) kontemporer China. Bukan hanya mutu karyanya yang dibincangkan, tetapi yang lebih seru karya-karya itu diperebutkan oleh para pemain di medan pasar. Para pemain itu terdiri dari para kolektor, art dealer, broker, dan sebagainya. Medan perebutan itu terjadi di sejumlah galeri dan lelang. Pendeknya, kini terjadi booming seni lukis China.
Booming itu membuat mata dan telinga para pemain di medan pasar terus mendeteksi apa yang terjadi hari ini dan kemudian. Mereka terus memerhatikan perkembangan kecenderungan karya yang diburu dan kecenderungan kisaran harga yang terus-menerus memperlihatkan perubahan. Bahkan, perubahan itu ada banyak yang mengejutkan, melompat puluhan kali dari estimasi harga semula.
Maka, tidak aneh, kalau sekarang nama-nama sejumlah pelukis kontemporer China semacam Fang Lijun, Yue Minjun, Yang Shiaobin, Zhang Xiaogang, Wang Guangyi menjadi menu utama obrolan para pemain di medan pasar.
Booming itu membuat mata dan telinga para pemain di medan pasar terus mendeteksi apa yang terjadi hari ini dan kemudian. Mereka terus memerhatikan perkembangan kecenderungan karya yang diburu dan kecenderungan kisaran harga yang terus-menerus memperlihatkan perubahan. Bahkan, perubahan itu ada banyak yang mengejutkan, melompat puluhan kali dari estimasi harga semula.
Maka, tidak aneh, kalau sekarang nama-nama sejumlah pelukis kontemporer China semacam Fang Lijun, Yue Minjun, Yang Shiaobin, Zhang Xiaogang, Wang Guangyi menjadi menu utama obrolan para pemain di medan pasar.
Langganan:
Postingan (Atom)

